
Bandung, 19 Juli 2026 – Suasana haru dan penuh kekeluargaan mewarnai acara perpisahan Hj. Widyastuti selaku Kepala MIN 1 Kebumen yang digelar di eMTe Resort, Bandung, pada Minggu (19/7). Acara ini menjadi momen bagi seluruh guru dan pegawai untuk melepas kepergian sosok pemimpin yang telah mengabdi selama 35 tahun di madrasah ini. Hj. Widyastuti akan bertugas di tempat baru, yakni MIN 4 Kebumen, sebelum memasuki masa purna tugas.
Sie Kurikulum, Kusen, yang tampil sebagai perwakilan dari para guru dan pegawai, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas teladan, bimbingan, dan dedikasi Hj. Widyastuti selama berkarya. “Kami mengucapkan terima kasih atas segala ilmu, arahan, dan kesabaran yang telah Ibu berikan selama bertahun-tahun sejak dari menjadi guru hingga menjadi kepala.
Semoga di tempat yang baru, MIN 4 Kebumen, Ibu bisa terus membawa kemajuan dan semuanya menjadi lebih baik. Kami juga berharap semangat berlomba-lomba dalam kebaikan tetap terjaga selama satu tahun ke depan sebelum Ibu purna tugas,” ujar Kusen yang memendam berbagai rasa.
Kusen juga mewakili seluruh keluarga besar MIN 1 Kebumen memohon maaf yang setulus-tulusnya atas segala kekurangan dan kesalahan selama dipimpin oleh Hj. Widyastuti.
Momen semakin mengharu biru ketika Khasol Khaq, seorang guru yang juga pernah menjadi murid Hj. Widyastuti saat duduk di kelas 5 dan 6, menyampaikan kesannya. Ia mengungkapkan bahwa banyak pelajaran berharga yang ia dapatkan dari sosok kepala madrasahnya. “Bagi saya dan para guru di MIN 1 Kebumen, Ibu Widyastuti sudah selayaknya orang tua. Meskipun kami sering dimarahi, kami tetap senang karena merasa dimarahi oleh orang tua sendiri. Itu adalah bentuk kasih sayang,” kenang Khasol.
Pada momen yang penuh makna ini, keluarga besar MIN 1 Kebumen memberikan kenang-kenangan kepada Hj. Widyastuti dan suaminya H. Nuryadi yang selalu mendukung penuh karir beliau di madrasah. Pemberian ini sebagai tanda cinta yang hangat, pengingat, dan doa agar kebaikan selalu menyertai dirinya dan keluarga besar MIN 1 Kebumen.
Sambutan Haru dari Hj. Widyastuti
Dalam sambutannya, Hj. Widyastuti tidak dapat menahan haru. Ia mengingat dan mengenang secara detail momen pertama kali para guru masuk ke MIN 1 Kebumen. “Ada yang masih saya ingat tampilannya sangat ‘culun’ saat pertama kali datang. Ada juga yang dulu ketakutan karena dimutasi ke sini, hingga yang saya dorong untuk melanjutkan kuliah S1, S2, dan kini sukses,” kenangnya sambil tersenyum menyembunyikan kesedihan.
Ia juga menyampaikan bahwa per hari Kamis, 23 Juli, dirinya secara resmi tidak lagi berada di MIN 1 Kebumen. “Saya mohon maaf atas segala kesalahan dan khilaf. Mohon halalnya juga jika ada ‘omong sekecap, banyu sekecap, atau panganan sesowek godong’ yang masuk pada saya dan keluarga,” pintanya dengan rendah hati.
Hj. Widyastuti berpesan kepada seluruh civitas akademika untuk meneruskan estafet kepemimpinan agar MIN 1 Kebumen semakin baik. “Saya punya impian untuk MIN 1 Kebumen. Tetaplah kuat, tetap jaya. Semoga Allah memudahkan jalan kesuksesan kita semua, termasuk di wilayah Jawa Tengah,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa perpisahan ini bukanlah akhir dari segalanya. “Berpisah bukan berarti putus hubungan. Berpisah untuk selalu mendukung dan saling mengirim doa. Saya berharap tali silaturahmi kita tidak pernah putus,” ucapnya.
Dengan selera humor yang khas, Hj. Widyastuti memberikan kesempatan kepada siapa saja yang merasa pernah dimarahi, ditepalak, atau dijiwit untuk “membalasnya” saat itu juga. Hal ini sontak mencairkan suasana dan dijawab dengan tawa haru oleh seluruh hadirin.
Di akhir sambutan, ia mendoakan keberkahan bagi semua, terutama bagi yang baru bergabung di MIN 1 Kebumen. “Meskipun penghargaan dari madrasah tidak seberapa, semoga rezekinya datang dari arah yang tidak disangka-sangka (min haitsu laa yahtasib),” pungkasnya.DR





