
Catatan Akhirussanah dan Khotmil Qur’an MIN 1 Kebumen Tahun Pelajaran 2025/2026
Sabtu pagi, 6 Juni 2026, Aula Setda Kabupaten Kebumen dipenuhi wajah-wajah yang menyimpan beragam rasa. Ada haru, bangga, syukur, dan sedikit kegelisahan tentang masa depan. Sebanyak 110 murid kelas VI MIN 1 Kebumen duduk berjejer rapi bersama orang tua mereka, menandai berakhirnya enam tahun perjalanan di madrasah yang telah menjadi rumah kedua bagi mereka.
Namun hari itu bukan sekadar acara perpisahan. Ia adalah sebuah penanda. Penanda bahwa anak-anak yang dahulu datang dengan langkah kecil dan seragam kebesaran kini telah tumbuh menjadi generasi yang siap melangkah lebih jauh.
Khotmil Qur’an menjadi pembuka yang menegaskan identitas madrasah. Di tengah derasnya perubahan zaman, Al-Qur’an tetap menjadi fondasi utama yang ditanamkan kepada setiap murid. Lantunan ayat suci yang mengalun di ruangan seolah menjadi doa bersama agar ilmu yang diperoleh selama enam tahun tidak hanya tersimpan dalam ingatan, tetapi juga menjelma menjadi akhlak dan perilaku dalam kehidupan.
Akhirussanah tahun ini menghadirkan banyak cerita. Salah satu yang menyita perhatian adalah penampilan tiga MC cilik trilingual yang memandu acara dengan bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris secara bergantian. Dengan penuh percaya diri, Ghaitsa Safira Alya, Kawasaki Arga, dan Fathma Azzahro menunjukkan bahwa murid madrasah mampu tampil mendunia tanpa meninggalkan akar keislamannya. Tepuk tangan para tamu berkali-kali terdengar setiap kali mereka berganti bahasa dengan lancar dan elegan.
Di atas panggung yang sama, apresiasi diberikan kepada para murid yang telah menorehkan prestasi terbaik. Nilna Muna Azalia dinobatkan sebagai lulusan terbaik dengan rata-rata nilai Ujian Madrasah 94,00. Talitha Almayra Pradityas meraih capaian tertinggi Tes Kemampuan Akademik dengan rata-rata 93,33. Sementara itu, Farah Sabrina mendapat penghargaan sebagai Hafidzah Terbaik setelah berhasil menghafal empat juz Al-Qur’an selama belajar di MIN 1 Kebumen. Prestasi-prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kecerdasan akademik dan kecintaan terhadap Al-Qur’an dapat berjalan beriringan.
Ada hal lain yang membuat Akhirussanah MIN 1 Kebumen tahun ini terasa berbeda. Di pintu masuk aula, tidak tampak deretan karangan bunga papan sebagaimana lazimnya sebuah acara perpisahan. Sebagai gantinya, berjajar karangan bunga hidup berupa tanaman dalam pot dari berbagai pihak sebagai bentuk ucapan selamat kepada para lulusan.
Pilihan tersebut bukan sekadar pertimbangan estetika. Karangan bunga hidup menjadi simbol harapan yang terus tumbuh. Setelah acara usai, tanaman-tanaman itu tidak berakhir sebagai limbah sesaat, melainkan dapat terus dirawat dan ditanam kembali. Sebuah pesan sederhana namun bermakna: bahwa setiap ilmu, akhlak, dan pengalaman yang diperoleh selama belajar di MIN 1 Kebumen hendaknya terus bertumbuh sebagaimana tanaman yang dirawat dengan penuh kesungguhan.
Simbol itu terasa selaras dengan semangat yang selama ini dibangun madrasah. MIN 1 Kebumen tidak hanya berupaya melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan kuat dalam nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari karakter peserta didik. Di tengah berbagai capaian akademik dan nonakademik yang diraih sepanjang tahun pelajaran 2025/2026, madrasah terus menguatkan budaya hidup bersih, hijau, dan berkelanjutan melalui berbagai program Adiwiyata yang melibatkan seluruh warga madrasah.
Di balik kemeriahan dan kelancaran seluruh rangkaian acara, terdapat kerja sama yang luar biasa dari para orang tua murid. Panitia yang digerakkan oleh Persatuan Orang Tua Murid dan Guru (POMG) kelas VI menjadi motor utama penyelenggaraan Akhirussanah dan Khotmil Qur’an tahun ini. Mereka bekerja sejak jauh hari, mulai dari perencanaan, koordinasi, hingga pelaksanaan acara, sehingga setiap rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan berkesan.
Semangat kebersamaan itu semakin terasa dengan dukungan penuh dari POMG kelas I hingga kelas V. Keterlibatan mereka menunjukkan bahwa Akhirussanah bukan hanya milik para lulusan, melainkan menjadi hajatan besar keluarga MIN 1 Kebumen. Kebersamaan yang terjalin antara madrasah dan wali murid menjadi kekuatan yang menghadirkan suasana hangat, kekeluargaan, dan penuh gotong royong sepanjang acara.
Kepala MIN 1 Kebumen, Hj. Widyastuti, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus serta anggota POMG yang telah mencurahkan tenaga, waktu, pikiran, dan dukungannya demi kesuksesan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan Akhirussanah dan Khotmil Qur’an tahun 2026 merupakan bukti nyata kuatnya sinergi antara madrasah dan orang tua dalam mendukung pendidikan anak-anak.
“Atas nama keluarga besar MIN 1 Kebumen, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada POMG kelas VI sebagai panitia pelaksana serta POMG kelas I sampai dengan kelas V yang telah memberikan dukungan luar biasa. Kebersamaan dan kepedulian yang ditunjukkan menjadi energi positif bagi madrasah untuk terus memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik bagi peserta didik,” ungkap Hj. Widyastuti.
Namun sesungguhnya, akhirussanah bukan hanya tentang angka dan penghargaan.
Hari itu, hadirin juga disuguhi sebuah pelajaran berharga tentang keluarga. Ketika Alleya Almira Izzah Arviansyah naik ke panggung bersama ayahnya, Ariyanto, suasana berubah menjadi lebih hangat. Duet mereka membawakan lagu tentang kasih sayang orang tua berhasil menyentuh hati banyak orang. Di balik suara yang berpadu indah, tersimpan pesan sederhana bahwa keberhasilan seorang anak hampir selalu lahir dari cinta, doa, dan dukungan keluarga yang tak pernah lelah membersamai proses tumbuh kembangnya.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin, mengingatkan bahwa kesuksesan tidak datang secara instan. Ia mengutip enam syarat keberhasilan dalam menuntut ilmu sebagaimana dijelaskan dalam kitab Ta’limul Muta’allim: kecerdasan, semangat, kesabaran, bekal, bimbingan guru, dan waktu yang panjang. Pesan itu terasa sangat relevan bagi para lulusan yang akan segera memasuki lingkungan belajar yang baru.
Sementara itu, Kepala MIN 1 Kebumen, Hj. Widyastuti, menegaskan bahwa keberhasilan para murid merupakan buah dari sinergi antara madrasah, keluarga, dan lingkungan pendidikan. Tidak ada prestasi yang lahir sendirian. Di balik setiap medali, nilai tinggi, hafalan Al-Qur’an, keberanian tampil di atas panggung, maupun karakter peduli lingkungan yang tumbuh dalam diri peserta didik, selalu ada guru yang membimbing, orang tua yang mendoakan, dan anak-anak yang berjuang dengan sungguh-sungguh.
Ketika acara berakhir dan satu per satu keluarga meninggalkan aula, sesungguhnya yang tertinggal bukan hanya foto-foto kenangan. Yang tertinggal adalah jejak perjalanan sebuah angkatan yang telah tumbuh bersama, belajar bersama, dan bermimpi bersama.
Mereka adalah generasi yang belajar membaca Al-Qur’an dengan tartil, berani tampil di hadapan publik dengan berbagai bahasa, berprestasi dalam bidang akademik maupun nonakademik, serta dibiasakan mencintai lingkungan sejak usia dini. Nilai-nilai itulah yang menjadi bekal sesungguhnya ketika mereka melangkah menuju jenjang pendidikan berikutnya.
Akhirussanah 2026 bukanlah titik akhir. Ia hanyalah sebuah koma dalam perjalanan panjang para lulusan MIN 1 Kebumen. Dari madrasah ini, mereka membawa bekal ilmu, akhlak, hafalan Al-Qur’an, prestasi, kepedulian terhadap lingkungan, pengalaman berorganisasi, serta doa-doa terbaik yang mengiringi langkah mereka.
Dan sebagaimana setiap lembar terakhir sebuah buku, penutup yang baik selalu menyimpan harapan akan kisah yang lebih indah pada halaman berikutnya. Sebagaimana tanaman-tanaman hidup yang menghiasi pintu masuk aula pada hari itu, para lulusan MIN 1 Kebumen pun diharapkan terus tumbuh, berakar kuat pada nilai-nilai keislaman, menjulang tinggi dengan ilmu pengetahuan, serta memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, bangsa, dan agama.
Selamat kepada 110 lulusan MIN 1 Kebumen Tahun Pelajaran 2025/2026. Teruslah melangkah, menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan, dan jadilah generasi Qurani yang berprestasi, peduli lingkungan, serta memberi manfaat bagi negeri. Sebab hari itu bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari kisah-kisah besar yang sedang menanti untuk dituliskan. D





