
Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kebumen melaksanakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 Tahun 2026 pada Senin (1/6/2026) di lapangan area gedung barat madrasah. Upacara berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh murid kelas 4, 5, dan 6 beserta dewan guru dan tenaga kependidikan.
Secara khusus, MIN 1 Kebumen mengundang Kepala Desa Gemeksekti, Suramin, S.E., sebagai pembina upacara. Kehadiran beliau menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan dan sinergi antara Pemerintah Desa Gemeksekti dengan MIN 1 Kebumen dalam mendukung pendidikan karakter serta penguatan nilai-nilai kebangsaan bagi para murid.
Bertindak sebagai pembina upacara, Suramin menyampaikan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang.
“Pancasila tangguh menghadapi ancaman dunia. Indonesia menjadi contoh nyata bangsa yang kokoh bersatu dalam ikatan kebangsaan. Pancasila menjadi jangkar moral dalam menghadapi berbagai tantangan dari dalam maupun luar negeri,” ungkapnya di hadapan peserta upacara.
Ia juga menegaskan bahwa Pancasila menjadi pondasi bagi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif, mampu menjembatani perbedaan dan konflik, serta terus menyuarakan kebebasan bagi bangsa-bangsa yang masih terjajah.
Menurutnya, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral dapat menyesatkan kehidupan bangsa. Oleh sebab itu, generasi muda harus menjadikan Pancasila sebagai ideologi hidup dalam kehidupan sehari-hari.
“Lawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak kebersamaan dan persatuan bangsa,” pesan Suramin dengan penuh semangat.
Upacara kali ini terasa istimewa bagi murid kelas 6. Bagi mereka, khususnya tim petugas upacara, kegiatan tersebut menjadi upacara terakhir selama menempuh pendidikan di MIN 1 Kebumen. Satu hari lagi, tanggal 2 Juni 2026, murid kelas 6 akan menerima pengumuman kelulusan setelah enam tahun belajar di jenjang madrasah ibtidaiyah. Pada tanggal 6 Mei 2026 madrasah akan melepas murid kelas 6 ini kepada orang tua masing-masing dalam momen akhirussanah.
Kepala madrasah, Hj. Widyastuti, yang pada kesempatan tersebut turut berada di barisan peserta upacara bersama guru lainnya, menyampaikan bahwa momentum Hari Lahir Pancasila sangat tepat untuk menanamkan nilai persatuan dan karakter kepada murid, khususnya menjelang kelulusan kelas 6.
“Hari Lahir Pancasila menjadi momentum yang sangat baik menjelang kelulusan murid kelas 6. Saya berharap nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong, tanggung jawab, toleransi, dan cinta tanah air tetap tertanam kuat dalam diri mereka. Kelulusan bukan akhir perjalanan, tetapi awal untuk melangkah menuju jenjang yang lebih tinggi dengan karakter yang baik dan semangat persatuan,” tutur Hj. Widyastuti.
Beliau juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala Desa Gemeksekti sebagai pembina upacara. Menurutnya, sinergi antara madrasah dan pemerintah desa sangat penting dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda yang cinta bangsa dan berakhlak baik.
Upacara berlangsung tertib dan penuh semangat nasionalisme. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat hingga akhir acara.
Fakta Sejarah Hari Lahir Pancasila
Berdasarkan catatan sejarah resmi, Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni untuk mengenang pidato Ir. Soekarno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945. Dalam pidato tersebut, Soekarno menyampaikan gagasan mengenai lima dasar negara yang kemudian dinamakan Pancasila.
Selain Ir. Soekarno, sejumlah tokoh bangsa turut berperan dalam proses perumusan dasar negara Indonesia, di antaranya Drs. Mohammad Hatta, Mr. Mohammad Yamin, dan Prof. Dr. Soepomo. Mohammad Yamin menyampaikan usulan mengenai asas dan dasar negara, sedangkan Soepomo menyampaikan konsep negara integralistik yang menekankan persatuan bangsa.
Melalui proses musyawarah dan pembahasan yang panjang, para pendiri bangsa akhirnya menyepakati Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia yang terus dijaga hingga sekarang. DH





