




KEBUMEN – Upaya mewujudkan murid berprestasi tidak hanya bertumpu pada sarana dan prasarana yang memadai, namun juga sangat bergantung pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga pendidiknya. Komitmen ini dibuktikan oleh tiga guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kebumen yang baru saja dinyatakan lolos sebagai Calon Penulis Modul Ajar Esensial Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Penguatan Moderasi (PM) Mata Pelajaran Madrasah Ibtidaiyah tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Ketiga guru hebat tersebut adalah:
- Hikmah Sholawati, S.Pd.I. (Penulis Modul Bahasa Indonesia)
- Syarifah Ulfa Khasanah, S.Pd.I. (Penulis Modul Bahasa Indonesia)
- Heni Hernawayanti, S.Pd.I. (Penulis Modul Matematika)
Bersaing Ketat di Tingkat Provinsi
Ketiganya terpilih melalui proses seleksi kompetitif. Proses seleksi dilaksanakan dengan mengirimkan modul yang telah disusun secara mandiri hingga 14 Maret 2026 kepada tim dari KKMI Jawa Tengah. Dengan mempertimbangkan kelengkapan administrasi, pengalaman menulis, orisinalitas modul, dan kesesuaian modul, sebanyak 52 calon penulis modul tingkat MI dinyatakan lolos, MIN 1 Kebumen berhasil menempatkan tiga wakilnya sekaligus. Hal ini menunjukkan kualitas dan kompetensi guru-guru MIN 1 Kebumen yang diakui di level regional.
Modul yang akan disusun tersebut merupakan instrumen penting dalam implementasi kurikulum terbaru yang mengedepankan pendekatan humanis melalui Kurikulum Berbasis Cinta serta penguatan nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan madrasah.
Apresiasi Kepala Madrasah
Atas capaian membanggakan ini, Kepala MIN 1 Kebumen, Hj. Widyastuti, menyampaikan apresiasi dan selamat kepada ketiga guru tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bagian dari visi madrasah untuk terus meningkatkan kapasitas pendidik guna memberikan layanan pendidikan terbaik bagi murid.
“Selamat kepada Ibu Hikmah, Ibu Syarifah, dan Ibu Heni. Lolosnya tiga guru kami sebagai penulis modul tingkat provinsi adalah bukti bahwa guru MIN 1 Kebumen memiliki kapasitas intelektual dan kreativitas yang mumpuni. Guru yang terus belajar dan berkarya akan melahirkan murid-murid yang luar biasa,” ujar Widyastuti dengan bangga.
Ia berharap kontribusi ketiga guru ini dalam menyusun modul ajar tersebut tidak hanya mengharumkan nama madrasah, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi kualitas pembelajaran madrasah ibtidaiyah di seluruh Jawa Tengah.
Menuju Pembelajaran Berbasis Cinta
Keterlibatan guru dalam penyusunan modul ini sangat strategis, mengingat Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sedang menjadi fokus dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik. Dengan integrasi kurikulum ini, modul yang dihasilkan diharapkan mampu menyentuh sisi emosional dan karakter siswa, selain dari sisi kognitif semata.
Prestasi ini menambah deretan pencapaian MIN 1 Kebumen di tahun 2026, memperkuat posisi madrasah tersebut sebagai lembaga pendidikan yang unggul tidak hanya dalam prestasi murid, tetapi juga dalam profesionalisme tenaga pendidiknya. D






