
KEBUMEN – Momentum Idul Fitri 1447 H dimanfaatkan keluarga besar MIN 1 Kebumen untuk memperkuat ikatan emosional dan sinergi lintas sektoral. Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada Rabu (1/4) ini diawali dengan tradisi mushofahah bersama ratusan siswa dan ditutup dengan koordinasi strategis bersama Pemerintah Desa Gemeksekti.
Tradisi Mushofahah: Membumikan Maaf di Halaman Madrasah
Pagi hari di MIN 1 Kebumen tampak berbeda. Ratusan murid dari kelas 1 hingga 6 berkumpul di halaman-halaman madrasah dengan rapi. Suasana khidmat menyelimuti saat para siswa secara bergantian melakukan mushofahah atau bersalaman dengan guru, karyawan, serta dewan asatidz Madin Ar-Rahmah.
Kegiatan yang berlangsung di dua titik (Gedung Barat dan Gedung Timur) ini telah menjadi tradisi tahunan. “Ini adalah cara kami mengajarkan karakter secara langsung. Melalui bersalaman, anak-anak belajar meruntuhkan ego dan berani memohon maaf atas segala khilaf,” ujar salah satu tenaga pendidik.
Sinergi di Balai Desa: Soroti Kualitas Makan Siang dan Literasi Digital
Usai kegiatan internal, rombongan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) berlanjut menuju Balai Desa Gemeksekti. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Kepala Desa Gemeksekti, Suramin, SE.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala MIN 1 Kebumen, Hj. Widyastuti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemdes. Namun, diskusi berkembang pada isu-isu krusial yang dihadapi siswa saat ini:
-
Kualitas Makan Bergizi Gratis (MBG): Kades Suramin menginstruksikan pihak sekolah untuk bersikap tegas terhadap penyedia jasa boga. “Jika makanan tidak layak, harus ditolak. Kesehatan anak-anak adalah prioritas,” tegasnya.
-
Literasi Digital: Guru diminta lebih ketat memantau penggunaan ponsel pintar siswa guna mencegah dampak negatif media sosial.
-
Inklusi Sosial: Kades menekankan agar paguyuban orang tua tidak menciptakan sekat sosial. Semua siswa, tanpa memandang status ekonomi, harus mendapatkan perlakuan dan semangat yang sama.
Sowan Sesepuh: Menjaga Keberkahan di Ndalem Ketua Komite
Rangkaian silaturahmi tersebut dipungkasi dengan kunjungan ke kediaman Ketua Komite MIN 1 Kebumen, KH. Amirudin. Sebagai tokoh masyarakat sekaligus sesepuh desa, sowan ini menjadi bentuk penghormatan dan permohonan doa restu agar pengabdian para guru di MIN 1 Kebumen senantiasa membawa keberkahan.
KH. Amirudin menyambut baik kekompakan para pendidik ini. Menurutnya, kuatnya hubungan antara madrasah, pemerintah desa, dan tokoh agama adalah kunci utama dalam mencetak generasi unggul di Desa Gemeksekti.
Dengan berakhirnya rangkaian silaturahmi ini, MIN 1 Kebumen kembali siap memulai aktivitas pendidikan dengan semangat baru dan sinergi yang lebih kokoh bersama seluruh elemen masyarakat. D






