Pembinaan Bagi Guru MIN 1 Kebumen
oleh Kasi Penma Kementerian Agama Kabupaten Kebumen

 

Kebumen_ Salah satu tugas Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penma) Kementerian Agama Kabupaten Kebumen adalah melaksanakan pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN). Drs. H. Khamid, M.Pd.I Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah, Jum’at (10/11/2023) memberikan pembinaan kepada para guru di lingkungan MIN 1 Kebumen.

Dalam pembinaannya ia menyampaikan, secara kelembagaan jangan sampai ada satupun siswa yang tidak terdata di system Education Management Information System (EMIS) Madrasah. “Data ini penting karena menjadi dasar pencairan Bantuan Operasional Sekolah (BOS)”, katanya.

Selain itu ia juga menyampaikan pentingnya pendataan bagi pendidik khususnya bagi guru Non PNS. “Bila belum mendapatkan tunjangan guru namun sudah memenuhi syarat, segeralah kepala madrasah memproses haknya agar mendapat tunjangan” kata Khamid.

Hal lain yang ia sampaikan terkait administrasi inventaris / asset madrasah, semua sarana harus diinventarisis, wabil khusus sertifikat tanah. “Harus sertifikat sebagai bukti kepemilikan tanah dari Badan Pertanahan, jangan sampai ada masalah sengketa tanah dengan ahli waris pewakaf tanah dikemudian hari”, imbuhnya.

Dalam hal pembinaan personal, ia menyampaikan tiga poin penting yakni kedisiplinan, keteladanan, dan partisipasi masyarakat

“Dalam hal kedisiplinan, jangan sampai di MIN 1 terjadi jam kosong”, katanya mengingatkan. Khamid menimpali, guru harus disiplin mengajar sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban. “Seimbangkan hak dan kewajiban”, ujarnya.

“Bolehkah guru berdagang?”, katanya. “Boleh !, asal tidak mengganggu kewajiban mengajar dan dapat mengajar tepat waktu”, jawabnya.

Ia juga mewanti-wanti, jangan sampai dikabarkan PNS selingkuh dan jangan sampai PNS punya banyak hutang. “Aturlah keuangan jangan sampai terlilit hutang, hiduplah sederhana!”, sambungnya.

Ia mengisahkan tentang sahabat Jabir yang mana bapaknya gugur di medan Uhud. Bapaknya Sahabat Jabir punya banyak hutang, akhirnya meninggalkan hutang dan yang ditagih Jabir. Karena pusing banyak ditagih hutang peninggalan ayahnya akhirnya ia mengadu pada Nabi Muhammad SAW. Atas pertolongan Nabi SAW. 20-an orang yang menagih dibayar hutangnya dengan kurma mukjizat yang diambil dari dalam wadah namun ajaibnya tidak habis-habis sampai hutangnya lunas.

Terakhir Khamid mengingatkan, ASN jangan sampai dengan kontra dengan masyarakat, jika kita tidak cocok dengan amaliyah di masyarakat maka jangan terlalu keras menolaknya. “Jadilah tokoh di masyarakat yang ketokohannya diakui dan berpengaruh baik di masyarakat”, ujarnya.

Selepas pembinaan, Hj. Widyastuti selaku Kepala MIN 1 Kebumen menyampaikan, pembinaan ini seperti setetes embun yang menyejukkan. “Memang betul kita harus berhati-hati dengan kantong kita, rezeki kita ibaratnya sudah terukur sedangkan kita tidak punya usaha lain” kata Widyastuti.

“Kita atur agar uang kita cukup untuk satu bulan. Karena kita mencari rezeki di sini jadi mari kita bertanggung jawab terhadap pekerjaan kita, semoga Allah melindungi kita dari berbagai godaan dunia yang menjerumuskan ke dalam dosa”, pungkasnya.




Artikel Terkait

Facebook Comment